Jika air sungai selalu berakhir di laut, aku tak tau kemana jalan
hidupku ini akan benar-benar berakhir. Benarkah jalan yang kupilih ini??
Haruskah aku memilih jalan lain?? Ahhh kurasa sudah terlambat. Ketika sudah
berjalan terlalu jauh, akan sia-sia jika mencari jalan lain karena itu akan
menghabiskan banyak waktu untuk mencapai tempat tujuanku. Namun kata-kata Berta
terus mengganggu pikiranku. Kenapa dia berkata seperti itu, apa salahnya
menjadi ambisius. Aku sudah bertaruh cukup lama dengan kehidupan ini mana
mungkin berhenti di tengah jalan. Setelah Berta pergi,
akupun kembali ke kantor, duduk di meja kerjaku dan kembali mengingat
kata-katanya. Harta dan tahta adalah ambisi terbesar dalam hidupku.Aku harus
menjaganya supaya tetap berada digenggamanku.Aku yakin dengan pernikahan ini
aku dapat mempertahankannya.Seseorang mengetuk pintuku, akupun mempersilahkan
masuk.
“Selamat siang bu”
“Selamat siang bu”
“Iya masuklah”
“Ibu, Ada sedikit masalah, event pariwisata bulan depan.
Sepertinya mereka sedang melirik hotel lain”
“Bukankah acara itu dilaksanakan oleh pemerintah untuk
mempromosikan pariwisata di negara kita kepada pihak asing”
“iya, bu”
“Siapa saingan kita”
“Crown Hotel” Aku menghela napas panjang “Siapa ketua
pelaksana acara tersebut”
“Arya Sastra Darmawan dari kementerian pariwisata, besok mereka
akan datang untuk survey hotel kita” Arya Sastra Darmawan, pria itu rupanya
masih hidup.“Pergilah”.Dewa pun mundur perlahan.Keesokan harinya aku sudah siap
dengan balutan blazer merah marun dan bawahan celana palazzo untuk
menyambut rombongan arya.
“Selamat pagi, selamat datang di hotel kami, saya sendiri yang
akan mengantar kalian untuk melihat hotel ini” sambutku
“Sungguh kebanggaan tersendiri seorang General Manager menyambut kedatangan
kami” Kami sama-sama tersenyum sinis,kemudianaku memandunya untuk berkeliling
hotel dan mengajak mereka makan siang di restaurant hotel.
“Lama tidak bertemu denganmu Sarah Lestari Dewi, dan aku tidak
menyangka, sekarang kau menjadi sekeren ini”
“Ya, sudah cukup lama” aku menjawabnya dengan ketus
“Kau seharusnya berbaik hati pada customer mu ini”
“Baiklah, tuan Arya, bagaimana menurut anda tentang hotel ini,
bukan cukup menarik untuk tamu-tamu anda nanti”
“Kau lebih menarik dari pada hotel ini” Aku meletakkan garpu dan
pisau makanku.Selera makanku sudah hilang mendengar ucapannya itu.Aku rasa dia
terlalu banyak membual.
“Mohon maaf saya ada keperluan lain, tour selanjutnya akan dipandu oleh asisten saya” Aku juga berpamitan kepada anggota rombongan yang lain.Aku pergi ke hutan buatan di belakang hotel untuk menenangkan hatiku setelah bertemu dengan Arya.Orang yang pernah ku cintai sepenuh hati, namun berlalu begitu saja.Dia seperti tak pernah menganggapku ada padahal aku selalu mengharapkannya.Dialah salah satu orang yang mendorongku untuk berambisi tinggi, menjadi orang yang ternama supaya dia memandangku.Meskipun kami sudah lama tak bertemu tapi getaran itu masih ada.Aku tak tahu apakah ini adalah kebencian yang mendalam ataukah sisa-sisa cinta.Berkali kali ku hela napas panjang dan menutup mukaku seolaholah aku juga ingin menutup luka lama itu. Namun kedamaianku terganggu oleh langkah kaki yang mendekat kepadaku, ku kira itu asistenku tapi ternyata dia adalah Arya
“Hutan buatan ini cocok untuk menyegarkan pikiran, kurasa tamuku nanti akan menyukainya”
“Kenapa kau disini, dimana rombonganmu yang lain”
“Mohon maaf saya ada keperluan lain, tour selanjutnya akan dipandu oleh asisten saya” Aku juga berpamitan kepada anggota rombongan yang lain.Aku pergi ke hutan buatan di belakang hotel untuk menenangkan hatiku setelah bertemu dengan Arya.Orang yang pernah ku cintai sepenuh hati, namun berlalu begitu saja.Dia seperti tak pernah menganggapku ada padahal aku selalu mengharapkannya.Dialah salah satu orang yang mendorongku untuk berambisi tinggi, menjadi orang yang ternama supaya dia memandangku.Meskipun kami sudah lama tak bertemu tapi getaran itu masih ada.Aku tak tahu apakah ini adalah kebencian yang mendalam ataukah sisa-sisa cinta.Berkali kali ku hela napas panjang dan menutup mukaku seolaholah aku juga ingin menutup luka lama itu. Namun kedamaianku terganggu oleh langkah kaki yang mendekat kepadaku, ku kira itu asistenku tapi ternyata dia adalah Arya
“Hutan buatan ini cocok untuk menyegarkan pikiran, kurasa tamuku nanti akan menyukainya”
“Kenapa kau disini, dimana rombonganmu yang lain”
“Aku hanya ingin melihat tempat ini, dan mereka menikmati makan
siangnya Makanannya tak seenak tadi saat kau disana, oleh karena itu aku ke
sini”
“Pergilah”
“Aku ke sini untuk memberimu selamat atas pernikahanmu yang akan datang dan untuk karirmu yang bersinar terang, Tapi kalau aku mengganggumu disini aku akan pergi” Aku melihat dia akan pergi.Entah kenapa hatiku mendorongku untuk berdiri. Akupun berdiri dan berteriak kepadanya
“Hey Arya Sastra Darmawan, Ini semua karenamu . ini semua salahmu, kaulah yang mendorongku ke jalan ini, kau yang membuatku tak bisa menikmati masa muda, kau yang membuatku terus bekerja di usia mudaku, kau yang membuatku terus memikirkanmu kau yang membuatku menerima pertunangan dengan Cakra supaya bisa mendapatkan posisi ini. itu semua karena kau kau dan kau , kau adalah kesalahan terbesar dalam hidupku dan kau tak seharusnya datang ke hadapanku” Setelah mengucapkan semuanya aku tertunduk lesu, air mataku terus mengalir dan hanya bisa kututup dengan kedua tanganku. Aku tak tau apa yang dipikirkannya sekarang, aku hanya ingin mengungkapkan semua amarahku yang sudah lama terpendam. Tapi aku merasakan tangan arya dipundakku dan kemudian memelukku erat
“Maafkan aku, telah menjadi duri di hatimu selama itu, maafkan aku” Aku tak menjawab karena aku hanya bisa menangis dan terus menangis dan diapun menepuk pundakku..
“Aku ke sini untuk memberimu selamat atas pernikahanmu yang akan datang dan untuk karirmu yang bersinar terang, Tapi kalau aku mengganggumu disini aku akan pergi” Aku melihat dia akan pergi.Entah kenapa hatiku mendorongku untuk berdiri. Akupun berdiri dan berteriak kepadanya
“Hey Arya Sastra Darmawan, Ini semua karenamu . ini semua salahmu, kaulah yang mendorongku ke jalan ini, kau yang membuatku tak bisa menikmati masa muda, kau yang membuatku terus bekerja di usia mudaku, kau yang membuatku terus memikirkanmu kau yang membuatku menerima pertunangan dengan Cakra supaya bisa mendapatkan posisi ini. itu semua karena kau kau dan kau , kau adalah kesalahan terbesar dalam hidupku dan kau tak seharusnya datang ke hadapanku” Setelah mengucapkan semuanya aku tertunduk lesu, air mataku terus mengalir dan hanya bisa kututup dengan kedua tanganku. Aku tak tau apa yang dipikirkannya sekarang, aku hanya ingin mengungkapkan semua amarahku yang sudah lama terpendam. Tapi aku merasakan tangan arya dipundakku dan kemudian memelukku erat
“Maafkan aku, telah menjadi duri di hatimu selama itu, maafkan aku” Aku tak menjawab karena aku hanya bisa menangis dan terus menangis dan diapun menepuk pundakku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar