Rabu, 11 November 2015

CROWN part 2

Jika air sungai selalu berakhir di laut, aku tak tau kemana jalan hidupku ini akan benar-benar berakhir. Benarkah jalan yang kupilih ini?? Haruskah aku memilih jalan lain?? Ahhh kurasa sudah terlambat. Ketika sudah berjalan terlalu jauh, akan sia-sia jika mencari jalan lain karena itu akan menghabiskan banyak waktu untuk mencapai tempat tujuanku. Namun kata-kata Berta terus mengganggu pikiranku. Kenapa dia berkata seperti itu, apa salahnya menjadi ambisius. Aku sudah bertaruh cukup lama dengan kehidupan ini mana mungkin berhenti di tengah jalan. Setelah Berta pergi, akupun kembali ke kantor, duduk di meja kerjaku dan kembali mengingat kata-katanya. Harta dan tahta adalah ambisi terbesar dalam hidupku.Aku harus menjaganya supaya tetap berada digenggamanku.Aku yakin dengan pernikahan ini aku dapat mempertahankannya.Seseorang mengetuk pintuku, akupun mempersilahkan masuk.
“Selamat siang bu”
“Iya masuklah”
“Ibu, Ada sedikit masalah, event pariwisata bulan depan. Sepertinya mereka sedang melirik hotel lain”
“Bukankah acara itu dilaksanakan oleh pemerintah untuk mempromosikan pariwisata di negara kita kepada pihak asing”
“iya, bu”
“Siapa saingan kita”
“Crown Hotel” Aku menghela napas panjang “Siapa ketua pelaksana acara tersebut”
“Arya Sastra Darmawan dari kementerian pariwisata, besok mereka akan datang untuk survey hotel kita” Arya Sastra Darmawan, pria itu rupanya masih hidup.“Pergilah”.Dewa pun mundur perlahan.Keesokan harinya aku sudah siap dengan balutan blazer merah marun dan bawahan celana palazzo untuk menyambut rombongan arya.
“Selamat pagi, selamat datang di hotel kami, saya sendiri yang akan mengantar kalian untuk melihat hotel ini” sambutku
“Sungguh kebanggaan tersendiri seorang General Manager menyambut kedatangan kami” Kami sama-sama tersenyum sinis,kemudianaku memandunya untuk berkeliling hotel dan mengajak mereka makan siang di restaurant hotel.
“Lama tidak bertemu denganmu Sarah Lestari Dewi, dan aku tidak menyangka, sekarang kau menjadi sekeren ini”
“Ya, sudah cukup lama” aku menjawabnya dengan ketus
“Kau seharusnya berbaik hati pada customer mu ini”
“Baiklah, tuan Arya, bagaimana menurut anda tentang hotel ini, bukan cukup menarik untuk tamu-tamu anda nanti”
“Kau lebih menarik dari pada hotel ini” Aku meletakkan garpu dan pisau makanku.Selera makanku sudah hilang mendengar ucapannya itu.Aku rasa dia terlalu banyak membual.
“Mohon maaf saya ada keperluan lain, tour selanjutnya akan dipandu oleh asisten saya” Aku juga berpamitan kepada anggota rombongan yang lain.Aku pergi ke hutan buatan di belakang hotel untuk menenangkan hatiku setelah bertemu dengan Arya.Orang yang pernah ku cintai sepenuh hati, namun berlalu begitu saja.Dia seperti tak pernah menganggapku ada padahal aku selalu mengharapkannya.Dialah salah satu orang yang mendorongku untuk berambisi tinggi, menjadi orang yang ternama supaya dia memandangku.Meskipun kami sudah lama tak bertemu tapi getaran itu masih ada.Aku tak tahu apakah ini adalah kebencian yang mendalam ataukah sisa-sisa cinta.Berkali kali ku hela napas panjang dan menutup mukaku seolaholah aku juga ingin menutup luka lama itu. Namun kedamaianku terganggu oleh langkah kaki yang mendekat kepadaku, ku kira itu asistenku tapi ternyata dia adalah Arya
“Hutan buatan ini cocok untuk menyegarkan pikiran, kurasa tamuku nanti akan menyukainya”
“Kenapa kau disini, dimana rombonganmu yang lain”
“Aku hanya ingin melihat tempat ini, dan mereka menikmati makan siangnya Makanannya tak seenak tadi saat kau disana, oleh karena itu aku ke sini”
“Pergilah”
“Aku ke sini untuk memberimu selamat atas pernikahanmu yang akan datang dan untuk karirmu yang bersinar terang, Tapi kalau aku mengganggumu disini aku akan pergi” Aku melihat dia akan pergi.Entah kenapa hatiku mendorongku untuk berdiri. Akupun berdiri dan berteriak kepadanya
“Hey Arya Sastra Darmawan, Ini semua karenamu . ini semua salahmu, kaulah yang mendorongku ke jalan ini, kau yang membuatku tak bisa menikmati masa muda, kau yang membuatku terus bekerja di usia mudaku, kau yang membuatku terus memikirkanmu kau yang membuatku menerima pertunangan dengan Cakra supaya bisa mendapatkan posisi ini. itu semua karena kau kau dan kau , kau adalah kesalahan terbesar dalam hidupku dan kau tak seharusnya datang ke hadapanku” Setelah mengucapkan semuanya aku tertunduk lesu, air mataku terus mengalir dan hanya bisa kututup dengan kedua tanganku. Aku tak tau apa yang dipikirkannya sekarang, aku hanya ingin mengungkapkan semua amarahku yang sudah lama terpendam. Tapi aku merasakan tangan arya dipundakku dan kemudian memelukku erat
“Maafkan aku, telah menjadi duri di hatimu selama itu, maafkan aku” Aku tak menjawab karena aku hanya bisa menangis dan terus menangis dan diapun menepuk pundakku..

Sabtu, 07 November 2015

CROWN part 1

Orang bilang aku sangat beruntung karena di usiaku yang terbilang muda telah mendapatkan semua yang dibutuhkan oleh seorang wanita. Karir yang bagus dan cinta yang sebentar lagi akan bermuara ke pelaminan. Tapi menurutku ini bukan keberuntungan tapi ini adalah hasil dari kerja keras. Aku tidak mendapatkannya hanya dengan menjentikkan jariku, semua membutuhkan kerja keras dan pengorbanan.
“Kau lihat teman, kopi ini berasal dari kotoran hewan liar yang bernama luwak.Tapi lihatlah berapa harga kopi ini. Dia begitu mahal bukan.Dia harus menjalani proses yang panjang untuk menjadi kopi yang enak dan berharga dimata orang. Kau tau seperti inilah aku. Aku dulu hanyalah gadis yang berasal daerah kecil yang miskin, seorang gadis yang bermimpi untuk menjadi seorang putri. Meskipun banyak orang disekitarku yang menertawakannya, aku tak perduli. Aku hanya berjalan kemana aku mau”
“Aku tahu itu Sarah, itulah sebabnya aku bilang kamu beruntung, karena kamu bisa berjalan kemanapun kamu mau dan mendapatkan apa yang kamu mau.Dan aku rasa, Cakra juga beruntung mendapatkan wanita seperti kamu”, Aku tersenyum mendengar pujian itu. Ahh ya benar Cakra, kurasa bukan dia yang beruntung mendapatkanku, tapi akulah yang beruntung telah mendapatkannya.Tak dapat dipungkiri bahwa dia salah satu tokohyang membawaku kedalam kesuksesan.Dia mengajarkan bisnis kepadaku dan menjadikanku general manajer dihotel ini.
“Oh ya aku dengar, Cakra akan membangun hotel di Lombok, dan ku dengar dia sendiri yang akan mengelolanya, Lalu apakah setelah kalian menikah kau akan ikut dia ke sana”
“Entahlahlah” jawabku singkat. Aku melihat tatapan aneh darinya “ Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“Aku ingin bertanya satu hal kepadamu, Jawablah dengan jujur.Apakah kau mencintai Cakra?”
“Mungkin”
“Mungkin!!!Apa kau gila! kalian akan segera menikah, dan jawabanmu mungkin”
“Kenapa tidak, ini hanya sebuah pernikahan dan ini hanya sebuah jalan” aku menghentikan kalimatku dan meneguk kopiku.
“Jalan, apa maksudmu. Apakah ini ada kaitannya dengan ambisimu itu”
“Bukan seperti itu” Aku kembali meneguk sisa kopi di cangkirku.Aku takut Berta menyadari kegugupanku.
“Sarah, pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang dilakukan manusia atas nama tuhannya, kau tak boleh mempermainkannya atau sekedar mencari keuntungan, akan banyak orang yang terluka jika kau melakukannya” Aku terdiam
“Aku hanya ingin mempertahankan posisiku”

“Kau tidak perlu melakukannya, aku yakin dengan kemampuanmu, kau mampu mempertahankannya tanpa bantuan Cakra. Sarah......, seseorang dengan ambisi yang tinggi, bukan hanya membutuhkan niat dan kemampuan yang baik tapi juga hati yang baik yang mampu menyeimbangkan keduanya supaya nantinya tidak akan jatuh ke dalam jurang penyesalan, ingatlah harta dan tahta tak menjamin kebahagiaanmu” 
Aku hanya diam. Akan sulit untuk membantah kata-kata Berta.Aku tahu dia benar, tapi ini jalan yang ku pilih dan aku tak bisa mundur begitu saja.

Mawar Merah Dan Putih

Mawar,
Itu salah satu bunga yang ku suka, di antara mereka mawar merah dan putih adalah favoritku
Ingin rasanya memiliki mereka di dalam hidupku untuk selamanya
Aku selalu bisa tersenyum saat melihat mereka
Senang melihat mereka tumbuh
Senang melihat mereka merekah
Senang melihat mereka menebarkan aroma wangi di setiap sudut kehidupanku
Dan senang saat mereka terlihat indah
Mawar memang berduru
Tapi duri itu tak pernah bisa melukaiku
Karenanya aku selalu menyimpan di dekatku
Berharap mereka tak meninggalkanku
Namun, lambat laun aku meyadari itu tak akan terjadi
Mereka akan layu dengan sendirinya dan meninggalkanku kembali pada kesepian
Suatu saat mawar-mawar itu akan tumbuh di suatu tempat
Tumbuh dengan memancarkan keindahan mereka
Meskipun aku tak pernah dapat melihatnya
Kuharap seseorang merawatnya dengan baik, lebih baik dari pada aku

Meskipun begitu aku bersyukur pernah memiliki mereka dalam salah satu bagian kehidupanku