Kami pulang ke jalan kami masing-masing
dengan perasaan yang bercampur aduk.Aku kembali ke ruang kerjaku. Dan terkejut
melihat Cakra telah duduk di kursiku.Aku harap dia tak sadar kalau aku baru
saja menangis.
“Hey sayang kau sudah datang, kau tidak lupa
kalau hari ini kita harus bertemu rekan bisnisku untuk membicarakan pembangunan
hotel di Lombok” Aku mengangguk.Di pertemuan itu, mereka hanya membicarakan
soal uang, asset yang dimiliki mobil mewah, dan kali ini aku benar-benar tidak
tertarik untuk ikut dalam pembicaraan itu.Akupun pamit duluan.Di perjalaan
pulang aku mampir ke salah satu toko kue favoritku saat kuliah, ditempat inilah
pertama kali melihat arya.Dia bekerja sambilan di tempat ini sedangkan aku
pelanggan setianya.Aku selalu membeli macaron untuk kedua anak pemilik tempat
kerjaku saat itu.Aku sering melihat dia mengobrol dengan Tami salah satu teman
kuliahku yang terbilang populer.Aku memesan red
velvet dan secangkir kopi.
Saat aku melihat kearah pintu, aku melihat Arya
dan Tami masuk ke dalam kafe.Mereka duduk tepat di belakangku dan sepertinya
mereka tak melihatku.Tak kusangka sampai sekarang mereka masih bersama.Setelah
memesan makanan, Tami bertanya pada Arya
“Apakah kau benar-benar bertemu dengan Sarah,
apakah dia masih secantik dulu”
“Dia semakin cantik”
“Lalu kau semakin menyukainya”
“Ya” Aku terkejut, ku kira mereka adalah
sepasang kekasih
“Lalu kenapa tak kau jadikan kekasihmu saja”
“Aku semakin tak pantas untuknya, dan dia
memiliki seseorang yang lebih baik dari pada aku”
“Apanya yang tak pantas, kau ini orang yang
hebat”
“Aku hanya seorang PNS dan dia seorang GM di
hotel yang sering kami ajak kerjasama, ini hanya akan menjadi batu sandungan
untuk karirnya”
“Ah aku mengerti, kalau begitu kau tak perlu
bekerja sama dengan hotelnya lagi, pilih saja hotel lainnya, dan kalian bisa
berhubungan”
“Sttt kau ini, itu tidak adil untuknya, lagi
pula aku harus tetap netral dan objektif dalam setiap pekerjaanku” Mereka
sama-sama tertawa sedangan aku hanya terpaku mendengar percakapan itu.Aku tak
menyangka jika Arya menyukaiku, sejak kapan itu,terjadi hari ini kah, kemarin
atau kemarinnya lagi.Keesokan harinya aku mendapat kabar jika hotel kami
kembali terpilih untuk acara pariwisata agustus ini. Ku kira Arya akan
menghindari kerja sama dengan hotel kami. Akhirnya aku putuskan untuk
mengajaknya bertemu dengannya di sebuah restoran pinggir danau. Aku ingin
menikmati udara yang segar di tempat ini.
“Maaf sudah lama menunggu, untuk apa kau
memintaku datang kemari”
“aku ingin berterima kasih karena kalian
telah memilih hotel kami”
“kau tidak perlu berterima kasih, ini karena
hotel kalian memenuhi semua persyaratan yang kami inginkan” Kemudian kami
terdiam cukup lama. Aku memberanikan diri untuk bertanya “Apakah dulu kau tahu
kalau aku menyukaimu”
“Ya” jawabnya “Lalu kenapa kau hanya diam” tanyaku
“Karena kau seperti menjaga jarak denganku,
setiap kali mencoba mendekat kau berlalu pergi, setiap kali aku menatapmu kau
memalingkan mukamu.meskipun banyak orang yang mengatakannya padaku,mana mungkin
aku percaya kalau kau menyukaiku”
“Itu karena aku malu” Aku tak berani menatap
wajahnya karena kurasa wajahku sudah memerah.Setelah sekian lama kami terdiam,
tangannya meraih tanganku dia mengajakku pergi untuk melihat tempat ini dan
menikmati pemandangan.Kami hanya mengobrol ringan tapi aku merasa
bahagia.Harusnya hal ini terjadi 7 tahun yang lalu saat kami muda dan saat aku
masih sendiri.Tiba-tiba aku memikirkan Cakra dan merasa bersalah padanya.Tapi
aku juga tidak bisa melewatkan momen langka ini atau momen yang sudah lama ku
nantikan dan hanya ingin menikmati saat ini aku.Aku mulai memikirkan kata-kata Berta
kurasa dia benar bahwa aku harus menata hatiku juga.Mungkin aku harus
memikirkan arti kata bahagia yang di ucapkannya.Mungkin aku harus membelokkan
jalan pikiranku untuk mencari kebahagiaanku.Mungkin aku bisa mendapatkannya
bersama Arya dan dapat mempertahankan genggaman tangan ini selamanya. Dan Cakra,
ku rasa dia akan mendapatkan penggantiku dengan mudah. Aku hanya perlu berbicarakan
secara baik-baik. Sedangkan karirku, aku hanya akan memulainya dari awal lagi,
dengan cara yang baik dan niat yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar