Senin, 14 Desember 2015

CROWN part 3

Kami pulang ke jalan kami masing-masing dengan perasaan yang bercampur aduk.Aku kembali ke ruang kerjaku. Dan terkejut melihat Cakra telah duduk di kursiku.Aku harap dia tak sadar kalau aku baru saja menangis.
“Hey sayang kau sudah datang, kau tidak lupa kalau hari ini kita harus bertemu rekan bisnisku untuk membicarakan pembangunan hotel di Lombok” Aku mengangguk.Di pertemuan itu, mereka hanya membicarakan soal uang, asset yang dimiliki mobil mewah, dan kali ini aku benar-benar tidak tertarik untuk ikut dalam pembicaraan itu.Akupun pamit duluan.Di perjalaan pulang aku mampir ke salah satu toko kue favoritku saat kuliah, ditempat inilah pertama kali melihat arya.Dia bekerja sambilan di tempat ini sedangkan aku pelanggan setianya.Aku selalu membeli macaron untuk kedua anak pemilik tempat kerjaku saat itu.Aku sering melihat dia mengobrol dengan Tami salah satu teman kuliahku yang terbilang populer.Aku memesan red velvet dan secangkir kopi.
Saat aku melihat kearah pintu, aku melihat Arya dan Tami masuk ke dalam kafe.Mereka duduk tepat di belakangku dan sepertinya mereka tak melihatku.Tak kusangka sampai sekarang mereka masih bersama.Setelah memesan makanan, Tami bertanya pada Arya
“Apakah kau benar-benar bertemu dengan Sarah, apakah dia masih secantik dulu”
“Dia semakin cantik”
“Lalu kau semakin menyukainya”
“Ya” Aku terkejut, ku kira mereka adalah sepasang kekasih
“Lalu kenapa tak kau jadikan kekasihmu saja”
“Aku semakin tak pantas untuknya, dan dia memiliki seseorang yang lebih baik dari pada aku”
“Apanya yang tak pantas, kau ini orang yang hebat”
“Aku hanya seorang PNS dan dia seorang GM di hotel yang sering kami ajak kerjasama, ini hanya akan menjadi batu sandungan untuk karirnya”
“Ah aku mengerti, kalau begitu kau tak perlu bekerja sama dengan hotelnya lagi, pilih saja hotel lainnya, dan kalian bisa berhubungan”
“Sttt kau ini, itu tidak adil untuknya, lagi pula aku harus tetap netral dan objektif dalam setiap pekerjaanku” Mereka sama-sama tertawa sedangan aku hanya terpaku mendengar percakapan itu.Aku tak menyangka jika Arya menyukaiku, sejak kapan itu,terjadi hari ini kah, kemarin atau kemarinnya lagi.Keesokan harinya aku mendapat kabar jika hotel kami kembali terpilih untuk acara pariwisata agustus ini. Ku kira Arya akan menghindari kerja sama dengan hotel kami. Akhirnya aku putuskan untuk mengajaknya bertemu dengannya di sebuah restoran pinggir danau. Aku ingin menikmati udara yang segar di tempat ini.
“Maaf sudah lama menunggu, untuk apa kau memintaku datang kemari”
“aku ingin berterima kasih karena kalian telah memilih hotel kami”
“kau tidak perlu berterima kasih, ini karena hotel kalian memenuhi semua persyaratan yang kami inginkan” Kemudian kami terdiam cukup lama. Aku memberanikan diri untuk bertanya “Apakah dulu kau tahu kalau aku menyukaimu”
“Ya” jawabnya “Lalu kenapa kau hanya diam” tanyaku
“Karena kau seperti menjaga jarak denganku, setiap kali mencoba mendekat kau berlalu pergi, setiap kali aku menatapmu kau memalingkan mukamu.meskipun banyak orang yang mengatakannya padaku,mana mungkin aku percaya kalau kau menyukaiku”
“Itu karena aku malu” Aku tak berani menatap wajahnya karena kurasa wajahku sudah memerah.Setelah sekian lama kami terdiam, tangannya meraih tanganku dia mengajakku pergi untuk melihat tempat ini dan menikmati pemandangan.Kami hanya mengobrol ringan tapi aku merasa bahagia.Harusnya hal ini terjadi 7 tahun yang lalu saat kami muda dan saat aku masih sendiri.Tiba-tiba aku memikirkan Cakra dan merasa bersalah padanya.Tapi aku juga tidak bisa melewatkan momen langka ini atau momen yang sudah lama ku nantikan dan hanya ingin menikmati saat ini aku.Aku mulai memikirkan kata-kata Berta kurasa dia benar bahwa aku harus menata hatiku juga.Mungkin aku harus memikirkan arti kata bahagia yang di ucapkannya.Mungkin aku harus membelokkan jalan pikiranku untuk mencari kebahagiaanku.Mungkin aku bisa mendapatkannya bersama Arya dan dapat mempertahankan genggaman tangan ini selamanya. Dan Cakra, ku rasa dia akan mendapatkan penggantiku dengan mudah. Aku hanya perlu berbicarakan secara baik-baik. Sedangkan karirku, aku hanya akan memulainya dari awal lagi, dengan cara yang baik dan niat yang baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar