Rabu, 16 Desember 2015

NANTI

Dia menunggu tiupan angin yang dapat membawanya kemana saja
Dia menunggu air yang mengalir mengikuti arus kebahagiaan
Dia menunggu matahari yang menyinari air mukanya yang kusam
Dia menunggu bulan dan bintang yang dapat menemaninya saat malam datang
Dia menunggu hujan yang akan meleburkan kesedihannya
Dia lelah untuk berpikir
Dia lelah untuk berprasangka
Dia lelah untuk menangis
Dia lelah untuk menunggu
Apakah dia hanya bisa menunggu tak bisakah dia lari saja
Lihatlah di kakinya ada belenggu yang teramat besar
Lihatlah di dadanya ada luka yang teramat dalam
Lihatlah senyum palsu yang menunjukkan kepedihan itu
Lihatlah mata sayu yang kekeringan itu
Lihatlah badan yang kurus kering itu
Lihatlah betapa menyedihkannya dia
Tak kau hirupkah aroma kesepian dari tubuhnya
Tak kau lihatlah kegalauan di raut wajahnya
Tak kau lihatkah ketakutan yang ada di muka kusamnya

*hanya puisi tentang seseorang yg paling dibenci

Tidak ada komentar:

Posting Komentar