Orang bilang aku sangat beruntung karena di
usiaku yang terbilang muda telah mendapatkan semua yang dibutuhkan oleh seorang
wanita. Karir yang bagus dan cinta yang sebentar lagi akan bermuara ke
pelaminan. Tapi menurutku ini bukan keberuntungan tapi ini adalah hasil dari
kerja keras. Aku tidak mendapatkannya hanya dengan menjentikkan jariku, semua membutuhkan kerja keras dan pengorbanan.
“Kau lihat teman, kopi ini berasal dari
kotoran hewan liar yang bernama luwak.Tapi lihatlah berapa harga kopi ini. Dia
begitu mahal bukan.Dia harus menjalani proses yang panjang untuk menjadi kopi
yang enak dan berharga dimata orang. Kau tau seperti inilah aku. Aku dulu
hanyalah gadis yang berasal daerah kecil yang miskin, seorang gadis yang
bermimpi untuk menjadi seorang putri. Meskipun banyak orang disekitarku yang
menertawakannya, aku tak perduli. Aku hanya berjalan kemana aku mau”
“Aku tahu itu Sarah, itulah sebabnya aku
bilang kamu beruntung, karena kamu bisa berjalan kemanapun kamu mau dan
mendapatkan apa yang kamu mau.Dan aku rasa, Cakra juga beruntung mendapatkan
wanita seperti kamu”, Aku tersenyum mendengar pujian itu. Ahh ya benar Cakra,
kurasa bukan dia yang beruntung mendapatkanku, tapi akulah yang beruntung telah
mendapatkannya.Tak dapat dipungkiri bahwa dia salah satu tokohyang membawaku
kedalam kesuksesan.Dia mengajarkan bisnis kepadaku dan menjadikanku general manajer dihotel ini.
“Oh ya aku dengar, Cakra akan membangun hotel
di Lombok, dan ku dengar dia sendiri yang akan mengelolanya, Lalu apakah
setelah kalian menikah kau akan ikut dia ke sana”
“Entahlahlah” jawabku singkat. Aku melihat
tatapan aneh darinya “ Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“Aku ingin bertanya satu hal kepadamu,
Jawablah dengan jujur.Apakah kau mencintai Cakra?”
“Mungkin”
“Mungkin!!!Apa kau gila! kalian akan segera
menikah, dan jawabanmu mungkin”
“Kenapa tidak, ini hanya sebuah pernikahan
dan ini hanya sebuah jalan” aku menghentikan kalimatku dan meneguk kopiku.
“Jalan, apa maksudmu. Apakah ini ada
kaitannya dengan ambisimu itu”
“Bukan seperti itu” Aku kembali meneguk sisa
kopi di cangkirku.Aku takut Berta menyadari kegugupanku.
“Sarah, pernikahan adalah sebuah ikatan suci
yang dilakukan manusia atas nama tuhannya, kau tak boleh mempermainkannya atau
sekedar mencari keuntungan, akan banyak orang yang terluka jika kau
melakukannya” Aku terdiam
“Aku hanya ingin mempertahankan posisiku”
“Kau tidak perlu melakukannya, aku yakin
dengan kemampuanmu, kau mampu mempertahankannya tanpa bantuan Cakra. Sarah......,
seseorang dengan ambisi yang tinggi, bukan hanya membutuhkan niat dan kemampuan
yang baik tapi juga hati yang baik yang mampu menyeimbangkan keduanya supaya
nantinya tidak akan jatuh ke dalam jurang penyesalan, ingatlah harta dan tahta
tak menjamin kebahagiaanmu”
Aku hanya diam. Akan sulit untuk membantah kata-kata
Berta.Aku tahu dia benar, tapi ini jalan yang ku pilih dan aku tak bisa mundur begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar