Sabtu, 07 November 2015

CROWN part 1

Orang bilang aku sangat beruntung karena di usiaku yang terbilang muda telah mendapatkan semua yang dibutuhkan oleh seorang wanita. Karir yang bagus dan cinta yang sebentar lagi akan bermuara ke pelaminan. Tapi menurutku ini bukan keberuntungan tapi ini adalah hasil dari kerja keras. Aku tidak mendapatkannya hanya dengan menjentikkan jariku, semua membutuhkan kerja keras dan pengorbanan.
“Kau lihat teman, kopi ini berasal dari kotoran hewan liar yang bernama luwak.Tapi lihatlah berapa harga kopi ini. Dia begitu mahal bukan.Dia harus menjalani proses yang panjang untuk menjadi kopi yang enak dan berharga dimata orang. Kau tau seperti inilah aku. Aku dulu hanyalah gadis yang berasal daerah kecil yang miskin, seorang gadis yang bermimpi untuk menjadi seorang putri. Meskipun banyak orang disekitarku yang menertawakannya, aku tak perduli. Aku hanya berjalan kemana aku mau”
“Aku tahu itu Sarah, itulah sebabnya aku bilang kamu beruntung, karena kamu bisa berjalan kemanapun kamu mau dan mendapatkan apa yang kamu mau.Dan aku rasa, Cakra juga beruntung mendapatkan wanita seperti kamu”, Aku tersenyum mendengar pujian itu. Ahh ya benar Cakra, kurasa bukan dia yang beruntung mendapatkanku, tapi akulah yang beruntung telah mendapatkannya.Tak dapat dipungkiri bahwa dia salah satu tokohyang membawaku kedalam kesuksesan.Dia mengajarkan bisnis kepadaku dan menjadikanku general manajer dihotel ini.
“Oh ya aku dengar, Cakra akan membangun hotel di Lombok, dan ku dengar dia sendiri yang akan mengelolanya, Lalu apakah setelah kalian menikah kau akan ikut dia ke sana”
“Entahlahlah” jawabku singkat. Aku melihat tatapan aneh darinya “ Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“Aku ingin bertanya satu hal kepadamu, Jawablah dengan jujur.Apakah kau mencintai Cakra?”
“Mungkin”
“Mungkin!!!Apa kau gila! kalian akan segera menikah, dan jawabanmu mungkin”
“Kenapa tidak, ini hanya sebuah pernikahan dan ini hanya sebuah jalan” aku menghentikan kalimatku dan meneguk kopiku.
“Jalan, apa maksudmu. Apakah ini ada kaitannya dengan ambisimu itu”
“Bukan seperti itu” Aku kembali meneguk sisa kopi di cangkirku.Aku takut Berta menyadari kegugupanku.
“Sarah, pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang dilakukan manusia atas nama tuhannya, kau tak boleh mempermainkannya atau sekedar mencari keuntungan, akan banyak orang yang terluka jika kau melakukannya” Aku terdiam
“Aku hanya ingin mempertahankan posisiku”

“Kau tidak perlu melakukannya, aku yakin dengan kemampuanmu, kau mampu mempertahankannya tanpa bantuan Cakra. Sarah......, seseorang dengan ambisi yang tinggi, bukan hanya membutuhkan niat dan kemampuan yang baik tapi juga hati yang baik yang mampu menyeimbangkan keduanya supaya nantinya tidak akan jatuh ke dalam jurang penyesalan, ingatlah harta dan tahta tak menjamin kebahagiaanmu” 
Aku hanya diam. Akan sulit untuk membantah kata-kata Berta.Aku tahu dia benar, tapi ini jalan yang ku pilih dan aku tak bisa mundur begitu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar